Lambung para aktivis jauh dari tempat tidur. Memang, bukan lagi
masanya kita bersantai santai. Negeri ini porak poranda. Mafia meraja
lela. Jadi orang baik susah. Banyak fitnah. Tapi, iulah uniknya
kebaikan. Ia selalu tidak disukai oleh kepicikan. Tak heran… Banyak
orang baik yang pencitraannya buruk. Saat dunia sadar bahwa apa yang
difitnahkan itu salah, barulah kita menyadari kebodohan negeri ini.
Beruntunglah Indonesia. Masih ada orang baik yang memperjuangkan hak
rakyat. Meski sedikit.. Tapi ada.
Jadi orang baik itu susah. Orang baik memang cocoknya beraksi dari
bawah. Menolong masyarakat langsung. Tidak kenal kursi jabatan. Bagi
orang baik, amanah di pemerintahan adalah musibah. Karena kelak
ketulusannya dipertanyakan, keikhlasannya diragukan, kerja kerasnya
diperdayakan.
Tapi, orang-orang baik sepakat, untuk menyelamatkan negeri ini
diperlukan orang baik di pemerintahan. Mereka yang dikorbankan. Mereka
yang paling tahu bahwa bukan kursi yang mereka inginkan. Mereka hanya
ingin negeri indah ini menjadi seindah namanya.. INDONESIA. Tetap harus
ada orang baik yang dikorbankan untuk berada di sana, di tengah para
mafia, di tengah para koruptor, di tengah para penjilat uang rakyat.
Orang orang baik itu tahu… Fitnah dan provokasi selalu mengintai mereka.
Maka dari itu, baik saja tidak cukup. Mereka harus cerdas, profesional,
dan tentu saja.. memiliki pasukan dengan barisan yang kokoh. Dan tahun
ini… orang2 baik itu tengah menunjukkan kepada dunia, bahwa fitnah
terkejam sekali pun, tak akan mampu menghancurkan barisan yang kokoh.
Selamat berjuang hai orang-orang baik.

No comments:
Post a Comment