Thursday, February 9, 2017

Pasukan Baik



Lambung para aktivis jauh dari tempat tidur. Memang, bukan lagi masanya kita bersantai santai. Negeri ini porak poranda. Mafia meraja lela. Jadi orang baik susah. Banyak fitnah. Tapi, iulah uniknya kebaikan. Ia selalu tidak disukai oleh kepicikan. Tak heran… Banyak orang baik yang pencitraannya buruk. Saat dunia sadar bahwa apa yang difitnahkan itu salah, barulah kita menyadari kebodohan negeri ini. Beruntunglah Indonesia. Masih ada orang baik yang memperjuangkan hak rakyat. Meski sedikit.. Tapi ada. 

Jadi orang baik itu susah. Orang baik memang cocoknya beraksi dari bawah. Menolong masyarakat langsung. Tidak kenal kursi jabatan. Bagi orang baik, amanah di pemerintahan adalah musibah. Karena kelak ketulusannya dipertanyakan, keikhlasannya diragukan, kerja kerasnya diperdayakan. 

Tapi, orang-orang baik sepakat, untuk menyelamatkan negeri ini diperlukan orang baik di pemerintahan. Mereka yang dikorbankan. Mereka yang paling tahu bahwa bukan kursi yang mereka inginkan. Mereka hanya ingin negeri indah ini menjadi seindah namanya.. INDONESIA. Tetap harus ada orang baik yang dikorbankan untuk berada di sana, di tengah para mafia, di tengah para koruptor, di tengah para penjilat uang rakyat. Orang orang baik itu tahu… Fitnah dan provokasi selalu mengintai mereka. Maka dari itu, baik saja tidak cukup. Mereka harus cerdas, profesional, dan tentu saja.. memiliki pasukan dengan barisan yang kokoh. Dan tahun ini… orang2 baik itu tengah menunjukkan kepada dunia, bahwa fitnah terkejam sekali pun, tak akan mampu menghancurkan barisan yang kokoh.

Selamat berjuang hai orang-orang baik.

No comments:

Post a Comment