Aku tidak kehilangan mimpiku sama sekali. Ia masih menggantung di
depan mataku tepat sebelum titik buta. Aku melihatnya setiap saat.
Kuikhtiarkan di setiap hari. Kumasukkan ia di dalam doaku di setiap
waktu. Tapi…. menjelajahi waktu mengejar mimpi bagiku bagaikan mendaki
gunung menuju puncak. Ada banyak jalan menuju ke sana. Ada jalan pintas
dan cepat, namun amat berliku dan tajam. Ada jalan yang lebih landai
dengan jarak tempuh yang lebih lama. Sungguh… jika aku hanya membawa
diriku sendiri.. akan kutaklukan jalan berliku dan tajam itu, karena
rinduku pada maha karya di bumi teratas. Tetapi, pada nyatanya, aku tak
sendiri. Aku harus memilih jalan yang satunya. Waktuku menuju puncak
akan tertunda, tapi selama orang2 yang berada di sisiku tak pernah
memintaku berhenti melangkah, aku akan tetap bersama mimpiku. Saat ini,
aku masih berada jauh di kaki gunung, menyiapkan diriku dan orang2 yang
bersamaku untuk menyiapkan langkah terbaik kami. Hai mimpi, tetaplah
berada dalam jarak pandang terdekatku. Suatu saat, aku akan
menggenggammu dan merajut mimpi2 baru.

No comments:
Post a Comment